"Alhamdulillah bersyukur, ya, dikasih kelancaran permainan hari ini dan diberikan kemenangan juga. Di awal gim pertama, saya bermain sangat kurang yakin, banyak melakukan kesalahan sendiri. Tadi ada enam-tujuh poin saya melakukan kesalahan sendiri," jelas Fajar kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
"Tapi setelah interval, kami terus berkomunikasi bagaimana jangan mau kalah, jadi fight-nya ditunjukkan dan akhirnya bisa mengambil alih permainan dan menang," jelasnya.
Fajar juga mengungkapkan, Christo sempat memprotes servis mereka pada awal gim pertama. Namun, ia menegaskan tidak mempermasalahkannya karena wasit dan hakim servis tidak menyatakan adanya pelanggaran. "Kami tidak mau pecah konsentrasi jadi tetap mencoba fokus dengan apa yang kami mau mainkan," katanya.
Sementara itu, Fikri mengatakan, perubahan pola permainan selepas interval gim pertama menjadi salah satu kunci kemenangan mereka. Menurutnya, mereka membaca perubahan strategi Popov bersaudara yang mulai lebih sering bermain cepat di depan net, setelah mengandalkan reli-reli panjang. "Perubahanan itu membuat cukup kaget juga, tapi akhirnya kami bisa antisipasi sambil adaptasi dengan shuttlecock yang cukup berbeda dari saat latihan," ungkapnya.
"Berkaca dari pertandingan tadi, kami masih kurang puas dengan penampilannya. Semoga besok bisa lebih baik lagi dengan belajar dari kesalahan hari ini," demikian Fikri.
Pada babak 16 besar, Kamis (16/7), Fajar/Fikri akan menghadapi pasangan kakak beradik lainnya, Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen, asal Taiwan. Fajar/Fikri unggul 3-0 dalam rekor pertemuan.


