"Pastinya hari ini tidak puas, dari gim pertama sampai ketiga tidak keluar sama sekali mainnya," tanggap Raymond kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
"Banyak ragu-ragu, mau bertahan tidak solid dengan bola yang kencang, mau mendahului depannya tapi kami kalah cepat dari mereka," tambahnya.
Sementara itu, Joaquin mengakui bahwa mereka kesulitan menemukan ritme permainan sejak awal pertandingan. Meski dapat memperbaiki performa pada gim kedua, ia menilai permainan mereka kembali menurun pada gim penentuan sehingga gagal mempertahankan momentum. "Kami sudah melakukan segala cara, tapi harus diakui kami kalah hari ini," katanya.
"Kami sudah tahu gaya main mereka, cepat dan bertenaga. Ke depan mungkin salah satu yang menjadi pesaing kami," Joaquin, menambahkan.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Raymond/Joaquin dari Kawabe/Matsukawa. Mereka pun bertekad segera melakukan evaluasi dan pembenahan sebelum kembali bertanding pada China Open 2026 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Jiangsu, China, 21–26 Juli. "Minggu depan di China Open kami harus perbaiki pertahanan, disiapkan lagi, dikuatkan karena bolanya mungkin bakal mirip-mirip dengan di sini. Lajunya cukup kencang," demikian Raymond.


