Namun, BWF tidak merinci cedera yang dialami Chen dalam unggahannya di jejaring sosial. Unggulan keempat tersebut memenangi laga perempat final melawan Ratchanok Intanon asal Thailand melalui dua gim langsung dengan skor 21-13, 21-14.
Seusai pertandingan yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur itu, BWF melalui laman resminya menyebut laga semifinal melawan An sebagai ujian sesungguhnya bagi Chen pada turnamen ini. Pasalnya, musim kompetisi 2025 menjadi periode yang sangat bersejarah bagi An, dengan catatan hanya mengalami empat kekalahan dalam 77 pertandingan. Menariknya, dua dari empat kekalahan itu terjadi saat An berhadapan dengan Chen, termasuk di semifinal BWF World Championships 2025. "Saya bermain cukup baik dalam dua pertandingan itu," katanya.
"Meski saya menang dua kali, saya juga kalah berkali-kali. Saya perlu lebih stabil dan konsisten. Jika saya bisa bermain di level itu sepanjang waktu, maka itu benar-benar indikasi peningkatan saya," tambah pemain peringkat ke-4 dunia itu.
Chen dan An sama-sama berstatus peraih medali emas Olimpiade. Dalam 28 pertemuan terakhir, keduanya berbagi rekor seimbang dengan masing-masing mengoleksi 14 kemenangan.
Sementara itu, rekan senegara Chen, Wang Zhi Yi, menjadi lawan An di final turnamen pembuka musim kompetisi 2026 tersebut. Ia memenangi laga semifinal melawan Pusarla V Sindhu, Sabtu (10/1), dengan skor 21-16, 21-15 dalam tempo 52 menit. Dalam catatan head-to-head, An unggul dengan 16 kemenangan dalam 20 pertemuan terakhir.


