"Alhamdulillah bersyukur bisa diberi kelancaran, kemenangan juga tanpa cedera. Yang pasti permainan hari ini tidak mudah, kami juga sudah mengeluarkan kemampuan terbaik kami," tanggap Fajar melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Di sisi lain, Fajar menilai laju kok terasa lebih berat di laga 16 besar ini, berbeda dibandingkan sehari sebelumnya, sehingga sejumlah pukulan smes yang dilepaskannya masih mampu dikembalikan oleh lawan. "Di samping itu memang kami juga harus menambah kekuatan otot," katanya.
Sementara itu, Fikri berpendapat, mereka dapat menguasai jalannya pertandingan, tetapi Chen/Lin tampil sangat baik pada laga ini sehingga dapat mengimbangi permainan. "Dan mereka pun daya juangnya oke, sudah ketinggalan beberapa poin tetap selalu berusaha untuk mengejar dan itu juga cukup berbahaya," jelasnya.
Sebelum turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 ini, kedua pasangan pernah bertemu untuk kali pertama di babak 16 besar Australian Open 2025, November lalu. Kala itu, Fajar/Fikri menang dua gim 21-10, 21-15. "Sangat berbeda, sih, dari pola permainan sebelumnya ketika kami bertemu di Australian Open," tutur Fikri, yang kini bersama Fajar unggul 2-0 atas Chen/Lin dalam rekor pertemuan.
Di babak delapan besar, Jumat (8/1), Fajar/Fikri akan menantang pasangan unggulan ketiga asal India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Fajar menilai, tingkat kesulitan pertandingan akan semakin meningkat, mengingat Rankireddy/Shetty dikenal memiliki kecepatan serta kekuatan yang luar biasa. "Terakhir kami kalah di bulan lalu di World Tour Finals, pastinya kami ingin membalas kekalahan," katanya.
"Semoga besok kami bisa menampilkan yang terbaik. Dan yang pasti kami harus menjaga kondisi dengan baik, recovery yang baik karena cukup menguras tenaga pertandingan hari ini," demikian Fajar.


