"Untuk keseluruhan permainan saya tidak cukup puas dan saya bersyukur bisa memenangkan pertandingan," tanggap Putri melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Di gim pembuka, Putri mengaku tak dapat mengembangkan pola permainan dan kesulitan untuk keluar dari tekanan Zhang, yang mendominasi sepanjang gim tersebut. Alhasil, Putri kalah telak 5-21 di gim pembuka. "Zhang Beiwen bisa tampil all out dengan pengalaman dan kekuatan di tangannya yang sangat menyulitkan," katanya.
"Saya cukup kebingungan dengan tipe pemain seperti dia yang mempunyai tangan yang sangat baik jadi pukulannya tidak terbaca," Putri, menambahkan.
Berbeda dengan gim pertama, gim kedua dibuka dengan pertarungan ketat. Kedua pemain saling kejar-mengejar poin, tetapi Putri dapat menutup interval gim ini dengan keunggulan 11-8. Putri mampu menjaga momentum setelah rehat hingga mengantongi tujuh gim poin. Meski Zhang menunjukkan daya juang dengan merebut tiga poin beruntun, Putri tetap mampu memenangi gim kedua dengan skor 21-16 dan memaksakan pertandingan berlanjut ke gim ketiga.
"Kuncinya ada di gim kedua ketika saya berhasil bermain panjang-panjang, berani tahan, dan coba membalikkan bola dengan lebih baik," kata Putri.
Pada awal gim penentu, duel ketat kembali tersaji dengan selisih poin yang tak pernah lebih dari satu angka. Namun, tunggal putri andalan "Merah Putih" itu mampu merebut lima poin beruntun setelah kedudukan imbang 5-5 dan mempertahankan keunggulan 11-7 saat interval. Usai rehat, Zhang bangkit dan dapat menyamakan skor sebanyak dua kali, yaitu pada posisi 14-14 dan 15-15.
Namun, hampir serupa dengan paruh kedua gim kedua, menjelang akhir pertandingan, Putri kembali menggencarkan permainan reli panjang dan dapat meraup lima poin beruntun untuk memastikan lima match point. Zhang kembali menunjukkan daya juang pada pengujung gim, tetapi Putri mampu mengamankan poin terakhir dan menutup pertandingan dengan kemenangan 21-18.


