Malaysia Open 2026 - Tersisa Pemain Senior di Babak Kedua

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (Humas PP PBSI)
Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Kuala Lumpur | Sebanyak tujuh dari delapan atlet muda Indonesia yang tampil pada Malaysia Open 2025, harus angkat koper lebih awal. Para pemain yang berusia rata-rata 20-22 tahun itu dipaksa mengakui keunggulan lawan mereka masing-masing di babak 32 besar turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 tersebut. para pemain senior kembali menjadi andalan "Merah Putih" untuk melanjutkan perjuangan di babak kedua.

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu tersisih di babak pertama pada Selasa (6/1), setelah kalah dari ganda campuran andalan tuan rumah yang juga pasangan unggulan keempat, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei. Mereka kalah dua gim langsung 12-21, 17-21 dalam tempo 39 menit.

Sementara itu, ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, debutan pada turnamen Super 1000, juga tersisih lebih dini setelah kalah dalam laga sesama pasangan Indonesia melawan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Rabu (7/1). Pasangan juara Australian Open 2025 itu kalah dua gim langsung 18-21, 9-21.

Pasangan debutan lainnya, ganda campuran Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, gagal melampaui babak pertama setelah gagal menghentikan laju pasangan asal Prancis, Julien Maio/Lea Palermo. Wakil Indonesia terakhir di sektor ganda campuran itu kalah rubber game 21-9, 16-21, 16-21 dalam tempo 54 menit. "Kami memegang kendali permainan, tapi kami terus tertekan balik. Ini yang harus segera dicari solusinya," ujar Faza melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.

"Kami kurang yakin dengan permainan dan diri kami sendiri. jadi kami tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik," Aisyah, menambahkan.

Selain itu, Alwi Farhan, pemain muda Indonesia lainnya yang juga pernah merasakan atmosfer turnamen Super 1000 seperti Jafar/Felisha, harus mengakui keunggulan Alex Lanier (Prancis) melalui pertarungan tiga gim dengan skor akhir 13-21, 21-19, 13-21 dalam durasi 62 menit.

Satu-satunya pemain di antara barisan pemain muda "Merah Putih" yang melaju ke babak kedua adalah Meilysa Trias Puspitasari, 21 tahun, yang berpasangan dengan Febriana Dwipuji Kusuma di sektor ganda putri. Mereka bertarung selama 66 menit untuk merebut kemenangan tiga gim 21-9, 21-23, 21-19 melawan Treesa Jolly/Gayatri G. Pullela (India).

Di babak kedua yang digelar pada Kamis (8/1), Ana/Trias akan menghadapi ganda putri andalan tuan rumah, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. "Yang pasti kami harus siap terus, siap capek tapi terutama kami harus enjoy dan main semaksimal mungkin. Kami mau berusaha untuk pecah telur lawan mereka," kata Ana.

"Terakhir bertemu Pearly/Thinaah di final SEA Games jadi kalau besok bertemu lagi, kami akan anggap saja itu final juga. Dukungan tuan rumah pasti untuk mereka tapi saya tidak mau terpengaruh, mau fokus dengan pola main yang akan diterapkan saja," ujar Trias.

Di sektor tunggal putra, Jonatan Christie juga berjumpa wakil tuan rumah Leong Jun Hao, sementara Putri Kusuma Wardani berhadapan dengan Beiwen Zhang (Amerika Serikat). Adapun di sektor ganda putra, unggulan kedelapan Sabar/Reza ditantang Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju (Korea Selatan), sedangkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri bersua Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh (Taiwan).