Leo meluapkan rasa syukur atas kemenangan tersebut. Ia menilai, Okamura/Yamashita merupakan lawan yang tangguh, sehingga mereka harus tampil disiplin sepanjang pertandingan untuk mengamankan tiket ke final turnamen level BWF World Tour Super 300 tersebut. "Lawan di gim pertama sempat unggul 17-14 tapi kami terus berupaya mengejar, tidak menyerah begitu saja," katanya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Kami mencari-cari kebiasaan lawan yang bisa dimanfaatkan dan ternyata malah bisa berbalik unggul dan menang. Gim kedua kami sudah semakin nyaman bermainnya," Leo, menjelaskan.
Laga puncak yang berlangsung pada Minggu (2/8) menjadi final kedua bagi Leo/Daniel sepanjang musim kompetisi tahun ini, setelah menjuarai Thailand Open 2026 pada pertengahan Mei lalu. Sementara itu, bagi Leo, laga final di Taipei menjadi final ketiganya pada musim ini setelah menjuarai Thailand Masters 2026 bersama Bagas Maulana pada awal Februari lalu.
Pada pertandingan final Taipei Open 2026, Leo/Daniel bertemu pasangan Malaysia, Aaron Chia/Aaron Tai. Duet anyar racikan pelatih Herry Iman Pierngadi itu memastikan tempat di partai puncak setelah mengalahkan wakil tuan rumah, Chen Cheng Kuan/Liu Kuang Heng, pada semifinal.
Meski lawan yang dihadapi merupakan pasangan baru, Leo menilai, Chia/Tai tetap memiliki kualitas yang patut diwaspadai. Menurutnya, kemampuan individu kedua pemain negeri jiran itu sangat baik, sehingga mereka harus tampil maksimal untuk menjaga asa meraih gelar juara. "Selain itu, mereka juga tidak gampang mati jadi kami harus bisa bermain sabar," pungkasnya.
Leo/Daniel menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang melaju ke final Taipei Open 2026, setelah ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja terhenti pada babak empat besar. Pasangan non-pelatnas itu gagal meredam perlawanan pasangan unggulan kedelapan asal Jepang, Yuta Watanabe/Maya Taguchi, dan kalah straight games 17-21, 20-22 dalam laga berdurasi 41 menit.



