"Di gim pertama dan kedua kami banyak miskomunikasi di lapangan, banyak bola yang ragu siapa mau ambil, saya atau Nita. Jadinya mereka terus kasih di tengah yang bikin kagok," tutur Amri kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
"Kami beruntung di akhir gim kedua mereka tidak bisa manfaatkan kesempatan jadi kami bisa ambil dan bangkit lagi," Amri, menambahkan.
Ia juga mengungkapkan, perubahan terbesar yang terjadi pada gim ketiga adalah munculnya kembali tekad untuk meraih kemenangan, sehingga ia dan Nita tampil lebih percaya diri sejak awal karena merasa memiliki keunggulan atas Maio/Palermo.
Sementara itu Nita berpendapat, lawan tampil cukup ulet dengan pertahanan yang sulit ditembus. Selain itu, ia mengakui sempat kurang mengantisipasi permainan apik yang diperagakan oleh Maio pada pertandingan tersebut. "Besok harus lebih sabar, lebih safe dan masuk lapangan tidak boleh meraba-raba lagi. Harus yakin, tekad menangnya dibesarkan lagi," ungkapnya.
Di babak kedua, Amri/Nita bertemu dengan pasangan China, Cheng Xing/Zhang Chi.


