Thomas Cup 2026 - Fajar/Joaquin Samakan Kedudukan

Fajar Alfian/Nikolaus Joaquin (Humas PP PBSI)
Fajar Alfian/Nikolaus Joaquin (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Horsens | Ganda kedua, Fajar Alfian/Nikolaus Joaquin, menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dalam laga fase penyisihan Grup D Piala Thomas 2026 antara Indonesia dan Thailand, Minggu (26/4). Mereka menang tiga gim 19-21, 21-17, 25-23 melawan Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul dalam pertandingan yang berlangsung di Forum Horsens, Horsens, Denmark.

"Syukur Alhamdulillah bisa mengambil poin dari lawan, menyamakan kedudukan. Partai yang sangat ramai, seru dan juga luar biasa rasanya bisa berpasangan dengan Joaquin. Ini strategi pelatih dan kami bersyukur bisa menjalankan tugas dengan baik," ujar Fajar melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.

Ia juga mengungkapkan sempat teringat kekalahan dari pasangan Thailand tersebut saat masih berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto, yang terjadi pada ajang Piala Thomas. Bahkan, Fajar mengakui merasakan ketegangan saat memasuki lapangan karena tim tertinggal 1-2, namun berusaha tetap rileks dan menikmati permainan selama pertandingan berlangsung.

"Di gim pertama masih adaptasi, masih belum klop permainannya, tapi di gim kedua kami mencoba komunikasi dengan baik dan akhirnya bisa menerapkan strategi yang diinginkan," katanya.

Sementara itu Joaquin mengungkapkan, pada gim ketiga mereka memimpin cukup jauh dalam perolehan poin dan merasa sudah menjaga fokus agar tidak terkejar. Namun, ia menilai Peeratchai/Pakkapon tampil habis-habisan dan tidak mudah menyerah. Selain itu, ia juga menyebut mereka beberapa kali mendapatkan fault service, yang terjadi sekitar enam kali. "Cukup mengganggu, tapi kami coba tidak memikirkan itu, fokus cari satu poin demi satu poin lagi," katanya.

Ia berpendapat, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga, terlebih bisa tampil di Piala Thomas bersama Fajar serta mendapat arahan dari pelatih Antonius Budi Ariantho dan Hendra Setiawan, yang memberinya banyak pelajaran. 

Sebelumnya, tunggal pertama Jonatan Christie gagal menyumbangkan poin pertama bagi Indonesia. Jojo, sapaannya, kalah tiga gim 16-21, 22-20, 20-22 dari pemain peringkat ke-2 dunia, Kunlavut Vitidsarn. Lalu ganda kedua Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, mampu membuat skor sama kuat menjadi 1-1. Mereka mengatasi perlawanan Chaloempoen Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-nga melalui dua gim yang berakhir dengan skor 21-17, 21-18.

Indonesia kembali tertinggal setelah Alwi Farhan kalah dari Panitchapon Teeraratsakul dalam dengan skor akhir 21-14, 17-21, 16-21.