"It was super fun, it was super excited juga. Terima kasih buat masyarakat yang sudah nonton, terima kasih buat teammates yang sudah bantu support," ujarnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, Sabtu (25/4) dini hari WIB.
"Kami sudah beberapa hari melakukan training camp bareng, membangun chemistry, membangun teknik dan mental, semuanya kami sudah persiapkan. Saya sangat berharap kami bisa melanjutkan tren positif," Alwi, menambahkan.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa, turnamen beregu seperti Piala Thomas, hasil pertandingan sulit diprediksi terlepas dari peringkat pemain. Alwi menilai, kesiapan mental menjadi faktor krusial, sehingga setiap pemain harus mampu menjaga semangat, kemauan, dan daya juang, agar tidak kalah dalam aspek tersebut. "Jadi kita harus punya keinginan yang sama dengan lawan kita, bahkan harus lebih," katanya.
Setiap turnamen, lanjut Alwi, selalu dimanfaatkannya sebagai ajang pembelajaran, mengingat selalu ada hal baru yang bisa dipetik dari setiap pertandingan yang dijalani. "Dua tahun lalu masih jadi tunggal keempat dan sekarang tunggal kedua pasti bangga sekaligus senang, tapi ini suatu tanggung jawab yang harus saya emban. Jadi saya pasti ingin memberikan yang terbaik buat Indonesia," pungkasnya.
Pada laga pertama, Jonatan Christie membuka jalan bagi tim Indonesia dengan meraih kemenangan pertama. Jojo, sapaannya, mengalahkan Adel Hamek dengan skor 21-8, 21-16 dalam tempo 28 menit.


