Bagas kalah dari Sun Chao melalui dua gim 14-21, 11-21 dalam pertandingan yang berlangsung di Ruichang Sports Park Gym, Ruichang, China, Minggu (15/3). Ia mengakui gagal keluar dari tekanan wakil tuan rumah itu sejak gim pertama. Meski sempat mencoba mengikuti tempo permainan pada gim kedua, sejumlah pengembalian tanggung justru mampu dimanfaatkan lawan untuk menambah poin.
Atlet kelahiran Pati, Jawa Tengah itu, menyebut tidak ada kendala berarti dalam laga tersebut, tetapi kesulitan meladeni perlawanan Sun yang tampil agresif. Ia dapat dengan mudah mempercepat tempo permainan, bermain dengan sangat percaya diri, dan rapi, dalam partai puncak turnamen bulu tangkis level BWF Tour Super 100 itu. "Saya tidak bisa bermain seperti biasa. Ke depannya, mungkin, saya harus menambah power saya dan masih banyak lagi yang harus saya evaluasi," katanya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Sementara itu di Basel, Swiss, Putri, satu-satunya tunggal putri Indonesia pada Swiss Open 2026, kalah di final dari Supanida Katethong, setelah bertanding dua gim yang berakhir dengan skor 11-21, 15-21. Ia mengaku berada di bawah tekanan saat menghadapi tunggal putri Thailand tersebut, yang membatasi bola atas dan mempercepat tempo, sehingga sulit baginya untuk mengembangkan permainan.
"Sebenarnya tetap bersyukur bisa naik ke podium runner-up, tapi yang disayangkan permainan saya tidak keluar dan kurang puas dengan main hari ini," tutur atlet yang juga berprofesi sebagai polisi ini.
Secara umum ia menilai, dua pekan terakhir ini memberinya banyak pengalaman menghadapi pemain-pemain papan atas. Ia juga memetik pelajaran dari perbedaan gaya permainan lawan, seperti ketangguhan An Se Young maupun serangan kuat Supanida. "Kalau untuk keseluruhan saya harus lebih kuat lagi. Dari fisik, dari teknik juga, nonteknisnya juga. Apalagi kayak dari fokus dan kemampuan keluar dari tekanan setiap bermain," jelasnya.
Laga terakhir dalam rangkaian partai puncak Swiss Open 2026 mempertemukan Alwi dengan wakil Jepang, Yushi Tanaka. Alwi kalah dua gim 18-21, 12-21, dan menilai pemain "Negeri Sakura" itu tampil lebih baik sepanjang final turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 300 tersebut.
"Pasti bersyukur, ini adalah minggu yang luar biasa. Tidak gampang juga, tantangannya ada yang harus saya lewati. Sayang sekali di partai final saya merasa antiklimaks. Tapi apa boleh buat, saya mengakui kalah dan Yushi bermain lebih baik," ujar peraih gelar juara Indonesia Masters 2026 itu.
Alwi mengaku gagal melakukan pemulihan fisik dengan optimal setelah menjalani laga semifinal. Meski tampil dalam kondisi belum sepenuhnya bugar, ia tetap berusaha maksimal dan menyebut dua pekan terakhir memberinya banyak pelajaran, dengan tingkat tantangan di turnamen Super 300, yang dinilainya hampir setara dengan Super 1000 pada pekan sebelumnya. "Pengalaman untuk pertandingan berikutnya," katanya.


