Cerita di Balik Julukan "RayJo" dan "Ming"

Nikolaus Joaquin & Raymond Indra (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Nikolaus Joaquin & Raymond Indra (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Nasional ‐ Created by EL

Jakarta | Permainan cepat dan atraktif yang ditampilkan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, menuai perhatian pecinta bulu tangkis Tanah Air. Tak sedikit warganet yang menyematkan label "the next Minions" kepada pasangan muda tersebut, menyiratkan pada gaya permainan mereka yang dinilai memiliki kesamaan rupa dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, pasangan pemilik julukan "Minions".

"Di satu sisi, senang. Maksudnya disamain gitu. Mereka juga salah satu idola kita, tetapi memang kalau misalnya dibilang the next, itu malah membuat kita menjadi kayak harus menjadi mereka," tanggap Joaquin kepada wartawan, saat ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, pada pekan ini.

"Sebenarnya kita sendiri pun juga nggak mau disamain," tambahnya. 

Namun, Joaquin menyatakan, sulit untuk membendung komentar warganet hingga frasa "the next Minions", "the next Kevin", atau "the next Sinyo --panggilan untuk Marcus--", itu berseliweran di jagat maya. Uniknya, lanjut Joaquin, julukan tersebut muncul saat mereka menang, tetapi lain hal ketika mereka menderita kekalahan. "Ya bagi kami, nikmatin aja perjalanan ini," tanggapnya.

"Tapi, kita The RayJo karena banyak yang manggil gitu," Joaquin, menambahkan.

Namun, Raymond/Joaquin tak lepas dari bayang-bayang "Minions". Marcus beberapa kali kembali ke Cipayung untuk berlatih bersama sejumlah pasangan, termasuk dengan duet juara Australian Open 2025 tersebut. Ia juga tetap menunjukkan daya saing tinggi saat menjalani latih tanding dengan para pemain pelatnas. "Buat saya suatu kesempatan, bisa sparring sama beliau. Beliau punya skill yang bagus dan saya bisa banyak tanya-tanya ke dia juga," tutur Joaquin.

"Kalau soal apakah dia ada rencana comeback, saya senang karena saya bakal pengin lawan dia terus di sini," tambahnya.

Marcus turut "berperan" dalam penyematan julukan "Ming" kepada Raymond, saat pertama kali memasuki gerbang Cipayung. Marcus menilai, raut wajah pemain muda asal Bandung itu mirip dengan pelatih bulu tangkis Tek Ming. "Ini mirip Koh Tek Ming," ujar Raymond, menirukan ucapan Marcus. Sejak saat itu, julukan "Ming" pun melekat padanya.

"Makanya di lapangan, saya sering panggil dia, 'Ming!'," demikian Joaquin.