"Bisa juara, Alhamdulillah lega pastinya. Semua jerih payah saya selama ini bisa terbayarkan," tuturnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Hasil ini saya persembahkan untuk kedua orang tua saya dan ketiga pelatih saya coach Simon, coach Fajar, dan coach Nopi," Denis, menambahkan.
Denis mengaku menjalani pertandingan dengan mengikuti arahan pelatih terkait pola dan strategi permainan, dengan lebih mengandalkan permainan bertahan. Di gim ketiga, ia mengalami mimisan dan merasa pusing, tetapi tetap berusaha bertahan dan memaksakan diri hingga laga usai. "Sempat unggul 13-0 di gim ketiga, saya mengikuti arahan pelatih untuk terus fokus," katanya.
"Sempat tidak menyangka bisa menang jauh di game ketiga karena kalau sudah final pastinya lawannya bagus-bagus," jelas Denis.
Pebulu tangkis kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah ini memenangi tiga pertandingan pada fase grup dan keluar sebagai juara Grup D sekaligus memastikan satu tempat di perempat final. Ia kemudian mengalahkan tiga wakil Exist Badminton dalam perjalanannya meraih gelar juara, mulai dari Fajar Shidiq Putra, Fardhan Rainanda Joe, hingga Izza.
Denis menegaskan, bergabung ke pelatnas berarti memulai kembali dari nol, sehingga ia berkomitmen untuk bekerja keras dan membuktikan dirinya sebagai yang terbaik.


