"Puji Tuhan, senang dan nggak menyangka bisa diberikan kemenangan. Kami baru pertama kali ikut Seleknas dan baru dipasangkan awal tahun 2025," tutur Joseph melalui keterangan pers Humas dan PP PBSI.
Joseph juga menyatakan, setelah bergabung ke pelatnas, mereka akan fokus meningkatkan peringkat agar memiliki peluang tampil di turnamen-turnamen besar.
Sementara itu, Joven mengungkapkan, mereka kalah dalam laga sebelumnya melawan Ardiola/Raffarel, sehingga kemenangan di partai puncak Seleknas PBSI 2026 ini terasa berarti sebagai ajang pembalasan kekalahan.
Dalam laga melawan Ardiola/Raffarel, Joven menilai, ia dan Joseph tampil dengan keberanian penuh tanpa rasa takut, dengan terus meningkatkan kepercayaan diri dan menjaga fokus pada setiap poin yang dimainkan. "Kemenangan ini kami persembahkan untuk Kurniahu Gideon yang belum lama ini telah berpulang, Marcus Fernaldi Gideon, dan keluarga besar saya serta Joseph," katanya.
Joseph/Joven mencatatkan satu kemenangan dan dua kekalahan di fase grup sehingga berakhir dengan status runner-up Grup D. Namun, keduanya bangkit di fase gugur dengan meraih kemenangan beruntun, diawali dengan menyingkirkan Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono di perempat final, lalu melaju ke partai puncak usai mengalahkan pasangan Jaya Raya Jakarta, Christian Aldo Sanjaya/Yugo Alvaro Gunawan, di semifinal.


