Bertanding di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Izza menang dua gim langsung 21-11, 21-17 atas Denis. "Pada gim pertama saya bermain lebih tenang dibanding pertemuan sebelumnya. Saya juga tidak terburu-buru seperti sebelumnya, sehingga bisa menjaga permainan dan tidak tertinggal," ujar Izza kepada Djarum Badminton.
Pada gim berikutnya, Izza menyebut pukulannya masih terlalu mudah dibaca, sehingga kerap diantisipasi oleh Denis, meski ia juga beberapa kali mampu mengantisipasi serangan yang diberikan lawannya.
Seusai memenangi poin terakhir, Izza melepaskan raketnya dan mengangkat kedua tangan sebagai bentuk selebrasi sekaligus pelampiasan revans atas kekalahannya pada awal Februari lalu. Saat itu, Izza harus mengakui keunggulan Denis di partai puncak melalui tiga gim 11-21, 21-15, 8-21, hasil yang sekaligus membuka jalan bagi Denis untuk menembus pelatnas PBSI. "Senang banget, apalagi tadi menang straight games, kan," ungkapnya.
"Saya juga nggak nyangka juga bisa langsung ketemu Denis di babak pertama dan bisa menang," Izza, menambahkan.
Pada kesempatan tersebut, Izza menilai peluangnya cukup terbuka pada HYDROPLUS Sirnas A Jateng 2026, jika melihat peta kekuatan lawan di kategori Tunggal Dewasa Putra, terlebih ia merasa penampilannya kali ini lebih baik dibandingkan turnamen-turnamen sebelumnya. "Target saya minimal semifinal dulu," pungkasnya.



