"Pertandingan hari ini cukup ketat, di awal gim kedua saya sudah memimpin jauh. Namun, hampir tersusul. Beruntung saya bisa mengakhiri dengan kemenangan," ujarnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Di gim kedua saya terbawa pola main lawan, dia sedikit melambatkan tempo," Jolin, menambahkan.
Jolin mengaku senang dapat melaju ke final. Pemain asal PB Djarum itu menilai, pencapaiannya pada kompetisi berskala nasional ini menjadi awal yang baik baginya sebagai penghuni baru pelatnas.
Ia memulai HYDROPLUS Sirnas A Jateng 2026 dari babak 16 besar dan menang atas Shafa Alya Ramadhani asal Bina Bangsa Raya Jaksel dengan skor 21-8, 21-9. Meski menang dalam debutnya, Jolin mengakui penampilannya belum maksimal dan masih ada sejumlah aspek yang harus diperbaiki untuk laga berikutnya. Namun, ia merasa tidak mengalami kendala adaptasi lapangan karena GOR tersebut merupakan tempat latihan yang pernah digunakannya saat masih membela PB Djarum.
Di final, Sabtu (9/5), ia akan berhadapan dengan wakil PB Djarum, Sausan Dwi Ramadhani. "Saya mau jaga kondisi dulu aja, karena kondisi di Kudus ini cukup panas," pungkasnya.



