HYDROPLUS Sirnas B Sulteng 2026 - Pupuk Kaltim Bontang Terus Tambah Jam Terbang

Fadhil Rizky Santoso/Ghaisan Alkhalify Afdhal (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Fadhil Rizky Santoso/Ghaisan Alkhalify Afdhal (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Sirkuit Nasional ‐ Created by EL

Palu | Tiga wakil Pupuk Kaltim Bontang, Fadhil Rizky Santoso/Ghaisan Alkhalify Afdhal dan Adelia Kirana Pohan, mendapatkan pelajaran berharga dari HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Sulawesi Tengah (Sulteng). Tiga pemain kategori Pemula itu bersaing dengan pebulu tangkis dari luar Kalimantan Timur dan juga bertarung dengan atmosfer pertandingan yang berbeda di GOR Gelora Bumi Kaktus Andi Raga Pettalolo, Palu, arena pertandingan kompetisi berskala nasional tersebut.

Pelatih Pupuk Kaltim Bontang Arif Wahyu menyatakan, ia mengupayakan para pemain binaannya untuk dapat mencapai maksimal terlebih dahulu pada ajang yang berlangsung pada pada 27 April hingga 2 Mei 2026 ini. "Kami semaksimal mungkin, anak-anak juga bisa memaksimalkan momen untuk cari poin di ranking nasional," katanya kepada Djarum Badminton.

Di sisi lain, Arif mengungkapkan tantangan melatih pemain kategori Pemula tidak hanya dari aspek teknis, tetapi juga faktor non-teknis, terutama saat berada di luar daerah. Ia menyoroti kondisi cuaca di Palu yang berbeda dan menjadi salah satu tantangan bagi para pemainnya, khususnya yang datang dari luar daerah.

Meski demikian, Arif berharap para atlet dapat memanfaatkan kesempatan pada HYDROPLUS Sirnas B Sulteng 2026 ini, sebagai bagian dari proses pembibitan pemain. Ia juga menegaskan, sebelum naik ke kategori Sirnas A dengan persaingan yang semakin ketat, peluang akan semakin sulit didapat, baik bagi atlet dari klub elit maupun daerah. "Namun, saya rasa semua punya kesempatan yang sama untuk promosi ke nasional," katanya.

Ia juga menilai perkembangan bulu tangkis di Kalimantan Timur (Kaltim) cukup baik, didukung peran aktif PBSI setempat, dengan hampir setiap daerah memiliki klub serta pembinaan usia dini yang berjalan. Melalui partisipasinya membawa sejumlah atlet muda ke ajang nasional seperti HYDROPLUS Sirnas B Sulteng 2026, ia berharap perjuangan mereka dapat turut membantu klub-klub di Kaltim untuk dapat melahirkan bibit-bibit pebulu tangkis asal Kalimantan Timur yang mampu berprestasi di tingkat nasional.

"Kalau untuk persaingan untuk di luar Pulau Jawa, menurut saya itu hampir semua merata. Kalau untuk memang yang klub-klub elite yang di Pulau Jawa, pasti dari kami yang dari luar pulau, gap levelnya pasti ada," katanya.

Arif menyebut, pola latihan pada dasarnya tidak jauh berbeda, tetapi ia menilai pengalaman bertanding yang lebih sering di Pulau Jawa turut memengaruhi perbedaan mentalitas pemain. "Jam terbangnya kita mungkin kalah di situ. Jam terbangnya, istilahnya, pemerataan event pertandingan mungkin di luar pulau sebaiknya lebih merata," pungkasnya.